Berita

Merah Muda Fest Jadi Ruang Ekspresi Pemuda Kendari, Suarakan Isu Kemanusiaan dan Keadilan

18
×

Merah Muda Fest Jadi Ruang Ekspresi Pemuda Kendari, Suarakan Isu Kemanusiaan dan Keadilan

Sebarkan artikel ini

KENDARI – Semangat Sumpah Pemuda menjadi inspirasi bagi sejumlah anak muda di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), untuk menyuarakan berbagai persoalan sosial melalui kegiatan Merah Muda Fest yang digelar di Taman Budaya Sultra, Jumat (30/10/2026) malam.

Mengusung tema “Merah Berani, Muda Beraksi: Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Kemanusiaan”, kegiatan ini menjadi ruang refleksi sekaligus wadah ekspresi bagi generasi muda dalam merespons berbagai dinamika dan persoalan yang terjadi saat ini.

Merah Muda Fest diikuti mahasiswa, aktivis lingkungan, aktivis perempuan, pegiat seni, serta masyarakat umum.

Beragam pertunjukan dan aktivitas kreatif mewarnai kegiatan yang berlangsung selama kurang lebih dua setengah jam tersebut.

Mulai dari live mural, pertunjukan tari, dialog publik, pembacaan puisi hingga pentas monolog, seluruh rangkaian kegiatan dikemas sebagai media penyampaian aspirasi dan keresahan generasi muda.

Panitia kegiatan, Fahri Ramadhan, mengatakan Merah Muda Fest digelar untuk mengajak generasi muda kembali memaknai semangat perjuangan Sumpah Pemuda.

Menurutnya, pemuda tidak boleh hanya menjadi penonton dalam menghadapi berbagai persoalan sosial, tetapi harus memiliki keberanian untuk menyampaikan pendapat dan menyuarakan keresahan.

“Kegiatan ini tujuannya mengingatkan generasi muda bahwasanya mereka harus berani menyuarakan apa yang menjadi keresahan dengan kondisi saat ini,” jelas Fahri.

Apresiasi juga disampaikan Yustin, pemantik dialog dari Yayasan Lambu Ina. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sebagai ruang pertemuan, diskusi, dan konsolidasi gerakan anak muda.

Yustin menilai, keberanian pemuda untuk bersuara sangat dibutuhkan, terutama ketika berhadapan dengan situasi yang tidak adil dan tidak setara.

“Agar pemuda tetap bersuara dan berisik pada situasi yang tidak adil dan setara, membangun kesadaran kolektif untuk mengawal sumpah pemuda,” ungkapnya.

Aktivis Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sultra, Gian Purnamasari, menilai Merah Muda Fest menjadi momentum penting untuk menghidupkan kembali semangat perjuangan generasi muda.

Ia mengingatkan agar kegiatan tersebut tidak berhenti sebatas seremoni atau simbol peringatan, melainkan harus mampu melahirkan gerakan konkret yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Pemuda harus turun dengan aksi nyata yang berdampak di tengah masyarakat yang mendapatkan ketidakadilan,” tegas Gian.

Kegiatan ini turut dihadiri jajaran pengurus DPD PDI Perjuangan Sultra dan DPC PDI Perjuangan Kota Kendari sebagai bentuk dukungan terhadap penyelenggaraan Merah Muda Fest.

Melalui kegiatan tersebut, para pemuda diharapkan mampu menjadikan semangat Sumpah Pemuda bukan sekadar warisan sejarah, tetapi juga sebagai landasan untuk membangun solidaritas, memperjuangkan keadilan, menjaga kemanusiaan, dan menghadirkan perubahan nyata di tengah masyarakat, khususnya dalam menyongsong satu abad Sumpah Pemuda.

Tim Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *