Berita

BPBD Kendari Salurkan Air Bersih 8 Kelurahan Terdampak Kekeringan

54
×

BPBD Kendari Salurkan Air Bersih 8 Kelurahan Terdampak Kekeringan

Sebarkan artikel ini
foto kepala bpbd kota kendari

KENDARI – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kendari terus melakukan penanganan terhadap dampak musim kemarau yang menyebabkan sejumlah wilayah mengalami kekurangan air bersih.

Kepala BPBD Kota Kendari, Cornelius Padang, mengatakan hingga saat ini pihaknya telah menyalurkan air bersih ke delapan kelurahan yang terdampak kekeringan.

Menurutnya, penyaluran dilakukan setelah BPBD melakukan survei di sejumlah wilayah serta menerima laporan dari pemerintah kelurahan dan kecamatan terkait kondisi masyarakat yang mulai kesulitan mendapatkan air bersih.

“Sudah kurang lebih delapan kelurahan yang benar-benar terdampak kekeringan. Mereka kesulitan untuk memenuhi kebutuhan air bersih untuk konsumsi, untuk minum dan untuk memasak,” kata Cornelius.

Ia menjelaskan, penyaluran air bersih tersebut telah dilakukan sejak pertengahan September 2026. Dari delapan kelurahan yang terdampak, terdapat sekitar 400 kepala keluarga yang membutuhkan bantuan air.

BPBD juga telah menempatkan delapan tandon air di delapan kelurahan tersebut. Penyaluran dilakukan secara bergilir setiap hari menggunakan dua mobil operasional BPBD Kota Kendari.

Dalam prosesnya, BPBD turut mendapat dukungan dari Balai Wilayah Sungai untuk membantu pendistribusian air kepada masyarakat.

Cornelius mengatakan air yang disalurkan kepada warga berasal dari PDAM. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan air yang diberikan dapat digunakan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan konsumsi.

“Airnya kita ambil dari PDAM, air bersih, karena kita ingin memastikan bahwa masyarakat aman dalam mengonsumsi air bersih ini,” ujarnya.

Cornelius menambahkan, bantuan tidak diberikan kepada seluruh masyarakat secara merata, tetapi diprioritaskan bagi warga yang benar-benar mengalami kesulitan memperoleh air.

Beberapa warga terdampak diketahui mengandalkan sumur sebagai sumber air. Namun, akibat musim kemarau, sejumlah sumur mulai mengering. Kondisi serupa juga terjadi pada masyarakat yang tinggal di wilayah pegunungan dan bergantung pada sumber air yang ikut mengalami kekeringan.

“Yang kita fokuskan memang masyarakat yang tidak mampu memenuhi kebutuhan air bersih. Ada yang sumurnya kering, kemudian PDAM tidak bisa menjangkau ke sana. Kalau di wilayah pegunungan, sumber airnya juga sudah kering,” jelasnya.

Ia menegaskan, distribusi air saat ini lebih difokuskan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, khususnya untuk minum dan memasak, bukan untuk kebutuhan mandi.

BPBD Kota Kendari memastikan penyaluran air bersih akan dilakukan secara bergilir selama masih terdapat wilayah yang mengalami kekurangan air akibat musim kemarau. Masyarakat yang membutuhkan bantuan juga dapat menyampaikan laporan melalui pemerintah kelurahan maupun kecamatan untuk selanjutnya dilakukan pengecekan oleh BPBD.

Tim Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *