KENDARI – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sulawesi Tenggara menggelar patroli skala besar pada Sabtu (7/11/2026) dini hari, dengan sasaran utama penggunaan knalpot brong dan aksi balap liar yang meresahkan masyarakat.
Kegiatan ini merupakan bagian dari langkah preventif Operasi Patuh Anoa 2026, sekaligus respons nyata terhadap aspirasi dan keluhan masyarakat yang disampaikan melalui kegiatan Jumat Keliling dan Subuh Keliling jajaran Polda Sultra.
Dalam kegiatan tersebut, sejumlah warga menyampaikan keresahan terhadap aktivitas balap liar dan kebisingan knalpot brong yang mengganggu ketenangan lingkungan, khususnya pada malam hingga dini hari.
Menindaklanjuti keluhan tersebut, Ditlantas Polda Sultra melaksanakan patroli skala besar dengan menyasar ruas-ruas jalan yang berpotensi digunakan sebagai lokasi balap liar maupun aktivitas kendaraan bermotor yang mengganggu ketertiban umum.
Patroli ini tidak semata-mata berorientasi pada penindakan pelanggaran, tetapi lebih mengedepankan upaya pencegahan terhadap potensi kecelakaan lalu lintas, gangguan ketertiban, dan keresahan masyarakat.
Langkah tersebut sejalan dengan tujuan Operasi Patuh Anoa 2026 yang tidak hanya menekankan kepatuhan terhadap aturan lalu lintas, tetapi juga berorientasi pada terciptanya keselamatan, ketertiban, dan kelancaran berlalu lintas yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Kegiatan ini sekaligus merupakan implementasi semangat “Jaga Bumi Anoa” yang digelorakan Kapolda Sulawesi Tenggara, khususnya dalam aspek Jaga Masyarakat dan Jaga Lingkungan.
Jaga Masyarakat diwujudkan dengan melindungi pengguna jalan dari risiko kecelakaan akibat balap liar dan perilaku berkendara yang membahayakan.
Sementara Jaga Lingkungan diwujudkan dengan menjaga ketenangan dan kenyamanan lingkungan masyarakat dari gangguan kebisingan knalpot brong serta aktivitas kendaraan bermotor yang tidak tertib.
Lebih jauh, kegiatan ini juga menjadi implementasi semangat “Polisi Bersama Masyarakat – Hadir, Berbuat, Bermanfaat.”
Melalui Jumat Keliling dan Subuh Keliling, Polri hadir untuk mendengarkan aspirasi masyarakat. Melalui patroli skala besar, Polri mengambil tindakan nyata untuk menjawab persoalan. Sementara manfaatnya diharapkan dapat dirasakan melalui terciptanya lingkungan yang lebih aman, tertib, dan nyaman.
Ditlantas Polda Sultra menegaskan bahwa pelaksanaan Operasi Patuh Anoa 2026 tidak hanya diukur dari banyaknya pelanggaran yang ditindak, tetapi juga dari sejauh mana kegiatan kepolisian mampu mencegah kecelakaan, mengurangi gangguan ketertiban, dan menjawab persoalan yang dikeluhkan masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, petugas tetap mengedepankan pendekatan preventif dan edukatif, disertai penegakan hukum secara profesional dan proporsional terhadap pelanggaran yang ditemukan.
Ditlantas Polda Sultra juga mengimbau masyarakat, khususnya generasi muda dan komunitas kendaraan bermotor, untuk tidak melakukan balap liar maupun menggunakan knalpot yang tidak sesuai spesifikasi teknis.
“Keselamatan berlalu lintas bukan hanya tentang bagaimana mencegah kecelakaan, tetapi juga bagaimana menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat. Karena kehadiran Polri harus mampu menjawab persoalan, bukan sekadar hadir di tengah masyarakat.”
Melalui kegiatan preventif Operasi Patuh Anoa 2026 ini, Ditlantas Polda Sultra terus berupaya mewujudkan pelayanan kepolisian yang responsif terhadap aspirasi masyarakat serta berorientasi pada manfaat nyata.
Tim Redaksi













