BeritaDaerahUncategorized

Bupati Azhari Gaungkan Kerukunan Sebagai Energi Kebangsaan

21
×

Bupati Azhari Gaungkan Kerukunan Sebagai Energi Kebangsaan

Sebarkan artikel ini

Buton Tengah – Bupati Buton Tengah (Buteng), Dr Azhari bertindak sebagai Inspektur Upacara (Iup) dalam peringatan Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama  Republik Indonesia (Kemenag RI) ke-80, Sabtu (3/1).

Kegiatan yang dipusatkan dihalaman kantor Kemenag Buteng tersebut berlangsung hidmat dan lancar. Turut hadir, Wakil Bupati, Muhammad Adam Basan bersama kepala Kemenag Buteng, Abdul Rahman Jaya serta Pj Sekda Buteng, Armin dan jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) setempat. Dalam amanatnya membacakan pidato Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar. Bupati Azhari mengingatkan tema besar HAB tahun ini. Yakni, umat rukun dan sinergi, Indonesia damai dan maju.

Melalui tema tersebut dengan tegas menyatakan bahwa kerukunan bukan sekadar ketiadaan konflik, melainkan sebuah energi kebangsaan. Perbedaan identitas dan keyakinan harus dirajut menjadi sinergi produktif untuk menggerakkan kemajuan bangsa. Hal ini selaras dengan cita-cita para pendiri Kementerian Agama agar lembaga ini menjadi penjaga nalar agama dalam bingkai kebangsaan.

“Sepanjang tahun 2025, kita telah bekerja keras membangun fondasi ‘Kemenag Berdampak’. Transformasi digital yang masif telah menghadirkan layanan keagamaan yang lebih dekat, transparan, dan cepat,” ujarnya.

Lanjut 01-Buteng menjelaskan selain aspek digitalisasi, pidato tersebut juga menyoroti keberhasilan penguatan fondasi ekonomi umat. Optimalisasi dana sosial keagamaan seperti zakat, wakaf, dan sedekah terbukti tidak hanya memandirikan lembaga agama, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi masyarakat secara luas.

“Tidak hanya itu, kemandirian juga terjadi di sektor pendidikan, madrasah dan perguruan tinggi keagamaan kini telah sejajar, bahkan melampaui standar pendidikan umum lainnya. Dan capaian ini harus perlu di pertahankan dan ditingkatkan,” ucapnya.

Disamping itu juga, Mantan Rektor USN Kolaka itu juga menyoroti tentangan global khusunya era artificial intelligence (AL) dan dinamika VUCA. Terkait tantangan itu, dirinya berpesan penting agar ASN tidak hanya jadi penonton tetapi dituntut untuk memiliki kedaulatan AI dengan mengisi ruang digital menggunakan konten keagamaan otoritatif, moderat dan menyejukkan.

“Kita harus memastikan algoritma masa depan tidak hampa dari nilai-nilai ketuhanan. AI harus dikawal agar menjadi alat pemersatu, bukan pemicu disinformasi,” tegasnya.

Dikesempatan ini juga, Azhari memberikan apresiasi tinggi atas harmonisasi hubungan antara Pemkab Buteng dan Kemenag Buteng. Menurutnya, koordinasi yang terjalin selama ini sangat solid dan sejalan dengan visi misi daerah, yakni mewujudkan Buteng sebagai Kota Santri.

“Selama masa kepemimpinan saya, koordinasi dengan Kemenag berjalan sangat baik dan nyambung. Sinergi di periode ini luar biasa. Saya berharap kolaborasi ini terus terjaga, terlebih Kepala Kemenag, Abdul Rahman Jaya memiliki kompetensi keilmuan yang mumpuni di bidang agama dan pendidikan,” ungkapnya.

Olehnya itu, Azhari berharap atas kolaborasi yang baik ini harus Pemkab dan Kemenag harus selalu kompak demi suksesnya program kota santri mengaji.

“Kita berharap sinergi ini dapat menyentuh hingga ke level akar rumput, khususnya dalam memberdayakan para dai dan guru mengaji untuk mengisi kegiatan pengajian pada sore hari di masing-masing masjid di Buteng,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *